Selasa, 10 Desember 2013

CARA MANCING TRADISIONAL









CARA MANCING TRADISIONAL adalah salah satu cara menangkap ikan yang dilakukan oleh orang tua kita di jaman dulu bahkan masih berlanjut sampai sekarang,walaupun saat ini sudah banyak para nelayan masyarakat perkotaan yang telah beralih cara mancing modern. yang membedakan pemancing modern dengan pemancing tradisional adalah alat yang digunakan antara lain :

1.Reel
2.Joran
3.Umpan

4.Senar
5.Mata kail
6.Aksesoris mancing

REEL adalah nama alat semacam penggulung senar pancing yang digunakan pemancing modern,biasanya terbuat dari bahan seperti stainless,piber dan lain-lain,sedangkan pemancing tradisional hanya menggunakan kayu yang di bubut atau dipahat dengan bentuk bulat atau bundar dan beraneka macam bentuk.

JORAN adalah satu alat terbuat dari piber untuk pemancing modern,pada umumnya berbentuk lurus memanjang dan panjang sekitar 2 meter dan pemancing tradisional menggunakan bambu.

UMPAN untuk pemancing modern menggunakan umpan tiruan yang banyak dijual di toko-toko peralatan mancing,sedangkan pemancing tradisional pada umumnya mengunakan umpan segar seperti cacing,ikan teri,ikan kembung dan lain lain. sedangkan MATA KAIL,banyak dijual dipasaran digunakan pemancing modern dan tradisional,hanya saja untuk AKSESORIS belum sepenuhnya di gunakan pemancing tradisional,

Saya adalah salah satu pemancing tradisional bahkan modern sekalipun telah saya lakukan,jika saya bandingkan manakah yang lebih bagus dari segi hasil yang didapat untuk pemancing modern dan tradisioanl ? jawabanya yang pas menurut pengalaman saya adalah tergantung tempatnya atau lokasi mancingnya,jika di tempat saya mancing modern tidak efektif dilakukan kebiasaan ikan di daerah kami yang sering makan ikan segar dari pada ikan tiruan,bahkan dengan alat pancing modern memakai umpan segarpun nggak akan efektif,pernah suatu hari saya mancing bersama tamu dari jakarta yang berkunjung ke perusahaan kami,dengan peralatan mancing yang dibawahnya dari jakarta,seperti joran,reel,umpan tiruan,mata kail,aksesoris lengkap kami mancing malam hari,dengan memakai lampu petromax kami berangkat kira kira jam 17.00 sore dan tiba dilokasi mancing jam 18.00 pemancing jakarta dengan peralatan yang di miliki langsung beraksi dengan alat pancingnya,singkat cerita dari jam 18.00sampai pagi hari tamu tersebut kira kira mendapatkan ikan sebanyak 10 ekor saja sedangkan saya hanya menggunakan alat seadanya mendapatkan hasil hampir 50 ekor ikan.

cara yang saya gunakan adalah memancing tidak mengunakan joran,yakni hanya memegang langsung senar pancing yang di hubungkan dengan umpan segar kedasar laut,dengan cara seperti itu saya bisa merasakan tarikan ikan baik ikan kecil dan ikan besar,karena cara ikan memakan umpan bermacam macam,ada yang hanya sekedar menggigit umpan sedikit sedikit, bahkan adapula yang langsung menelan umpannya bulat bulat dan menekan kebawah,cara makan ikan yang menggigit sedikit sedikit tidak efektif dengan pancing yang menggunakan joran karena nggak bisa kita rasakan,nanti tiba tiba dicek umpannya sudah habis dimakan jika menggunakan ikan segar,dengan memegang langsung senar pancing kita bisa merasakan sensasi tarikan ikan baik itu kecil ataupun besar

ada beberapa macam tehnik mancing dasar yang saya lakukan antara lain :

Tehnik BATAPI adalah tehnik mancing ikan tradisional didaerah saya untuk mancing penghuni dasar laut ataupun didalam lubang karang,tehnik ini baru dikenal sekitar 5 tahun lalu didaerah saya bahkan saya sendiri nggak tahu siapa yang awalnya menggunakan tehnik ini.

caranya adalah:

 1) Ambil pemberat timah yang sudah dilubangi tengahnya,ingat jangan gunakan timah yang memiliki gantungan,timah yang saya maksudkan adalah timah kira kira besarnya seperti besar jari telunjuk dan panjangnya sekitar dua ruas jari telunjuk,bahkan modelnyapun hampir sama dengan telunjuk kita jika dipotong ruas yang kedua.jika ditoko nggak ada pemberat model seperti itu,kita bisa buat sendiri dengan cara melelehkan timah dengan menggunakan pahatan bambu kecil kira kira lubang bambunya sebesar jari tangan kita dan disaat timah dimasukan kepahatan bambu tadi,amblillah ujung sapu lidi dan tancapkan pada pahatan timah tadi yang baru meleleh tepat ditengah lubang bambu tadi,jika timah sudah kering,kita bisa cabut kembali lidi tadi dengan meninggalkan lubang pas ditengah timah itu.masukan ujung senar pancing kita kedalam lubang pemberat tadi kemudian ujungnya kita ikat mata kail dan diberi umpan segar,pemberat tadi akan membawa umpan kita tadi kedasar laut bahkan sampai kelubang kerapu,cara ini adalah cara terbaik untuk menghindari mata kail kita nyangkut dikarang,jika kail kita nyangkut,pemberat itu tadi yang akan membantu mengeluarkan kail yang tersangkut karenadia berada tepat di ujung mata kail tadi,dan ingat pemberat tadi jangan diikat ujungnya,hanya masukan saja senar kita kedalam lubang pemberat tadi,biarkan dia berputarkesana kemari mengikuti putaran senar pancing,tehnik mancing ini hanya menggunakan satu mata kail yakni mata kail ada di ujung senar dan diatasnya pemberat yang berputar kesana kemari jangan sekali sekali menambahkan mata kali yang kedua diatas pemberat,karen cara itu akan menambah resiko kail kita nyangkut kekarang,untuk lebih lengkapnya,jika ada waktu saya akan tampilkan sekalian dengan poto cara pemasangan